Berpuasa di bulan
Ramadhan adalah wajib hukumnya bagi umat Islam. Walaupun demikian, tak sedikit
dari kita yang lantas dengan sengaja melalaikan kewajiban itu. Artinya,
keikhlasan niat dalam diri beribadah puasa sungguh jadi modal utama.
Tahun
ini, awal Ramadhan 1436 H disepakati mulai Kamis (18/6) lalu. Tentu ini menjadi
harapan seluruh umat Islam di Indonesia senantiasa menunaikan ibadah puasa
Ramadhan secara bersamaan. Selain itu, harapannya juga dapat menyikapi segala
urusan keagamaan secara bersamaan nantinya.
Selain
wajib hukumnya, Ramadhan adalah bulan yang paling penuh berkah di antara
bulan-bulan hijriyah lainnya. Apalagi jika melengkapinya dengan segala ibadah
yang diwajibkan maupun sunnah, salah satunya puasa. Nah, inilah yang kemudian
jadi pedoman bagi Firman Syahputra, mahasiswa Universitas Islam Sumatera Utara
(UISU) dan beberapa teman penghuni kost.
Pagi
itu, Kamis (18/6) pukul 03:30 WIB menjadi awal pertama bagi mereka makan sahur.
Meski santapan tak semewah atau selengkap masakan di rumah, hal itu tak
sedikitpun menjadi penghambat niat berpuasa.
Bagi
penghuni kos seperti Firman yang merantau jauh dari kampung halaman demi
menuntut ilmu atau bekerja, biasanya menu sahur atau buka puasa tidak menjadi
masalah besar. Lebih sering mengutamakan menu cepat saji daripada yang sehat
seperti sayur. Pagi itu terlihat dari menu makan sahur yang mereka santap.
Hanya nasi putih ditambah makanan kaleng sebagai lauk pauknya.
“Bagiku,
hal terberat dalam menjalankan puasa adalah melawan hawa nafsu. Selain itu,
jauh dari keluarga juga menjadi tantangan berat, karena harus menyiapkan makan
sahur sendiri,” kata Firman sembari meneruskan olahan santap sahur didampingi
teman-temannya.
Firman
mengaku, kalau Ramadhan tahun ini bukanlah pertama kali bagi dirinya menjalani
puasa di kost-kostan.
“Kalau
tidak salah, sudah empat kali aku puasa sebagai anak kost. Sedih juga memang,
makanya untuk menyiasati itu kami terus jalin kebersamaan dengan teman satu
kost. Mulai dari sahur, buka puasa, dan alhamdulillah shalat juga bareng,”
sebutnya menambahkan mereka biaya masak sendiri dan iuran beli bahan makanan
sesuai kebutuhan.
“Dengan
begitu, kita bisa rasakan indahnya kebersamaan dan saling berbagi. Apalagi
kalau ada teman yang lagi bokek, bisa kita ajak makan bareng,” katanya.
Kebiasaan
dengan segala yang praktis adalah budaya penghuni kost. Hingga melupakan hal
terpenting sekalipun, padahal kesehatan jasmani mestinya lebih diperhatikan
saat menjalankan ibadah puasa.
“Mungkin
untuk kali ini, kita belum persiapkan dengan matang. Masih terbawa suasana
hari-hari biasa. Insya Allah, puasa selanjutnya kita akan buat menu sehat,”
kata Firman cs kompak.






0 komentar:
Posting Komentar