Masih ingatkah Anda dengan iklan pembersih lantai dengan tagline “Belum 5 menit!”? Mungkin karena iklan tersebut, masyarakat jadi beranggapan bahwa makanan masih bersih dan aman bila dikonsumsi meski sudah jatuh.
Atau bahkan dalam anggapan umum, ada yang lebih singkat dari 5 menit, yakni 5 detik. Merujuk anggapan “5 second rule” yang umum tergaung dimana-mana.
Nah, apakah hal itu benar? Atau seharusnya kita membuang makanan tersebut? Berikut penjelasannya :
Para peneliti di University of Illinois ternyata telah mengkaji hal ini. Mereka menemukan bahwa lantai yang kering bukanlah tempat menempelnya bakteri seperti salmonella, listeria atau E.coli. Bakteri-bakteri tersebut membutuhkan kelembapan untuk berkembang biak, sehingga perpindahan bakteri pada daerah yang kering kurang bisa terjadi.
Namun, studi yang dilakukan di University of London menyimpulkan hal lain. Mereka menyatakan bahwa makanan yang jatuh walaupun setelah 0 detik ternyata dapat terkontaminasi oleh kuman.
Kuman yang berada di dalam makanan dapat menimbulkan gejala penyakit berupa:
ü Diare
ü Demam
ü Muntah
ü Keadaan berat seperti dehidrasi
Gejala-gejala tersebut bisa muncul 24 jam hingga seminggu setelah kita mengonsumsi makanan yang kotor. Oleh karena itu, ketika makanan jatuh sebaiknya Anda langsung membuangnya atau mengusap atau jika memungkinkan bagi makanan, mencucinya kembali dulu dengan air bersih.
Perlu juga diketahui bahwa kontaminasi makanan oleh kuman merupakan kasus yang sering kali kita temui, bahkan kerap menyebabkan kematian. Hal tersebut dapat Anda cegah dengan hal-hal sederhana, seperti mencuci tangan serta menyiapkan dan memasak makanan dengan cara yang higienis dan benar.
Landasan penelitian manapun yang Anda jadikan sandaran, sangat disarankan untuk melakukan pencegahan kontaminasi makanan terjadi. Dari cuma sekadar mencuci tangan, memastikan alat makan higienis, hingga mengkondisikan area bersantap yang kondusif, sehingga jatuhnya makanan dapat tercegah. Atau lebih baik, pastikan lantai Anda terjaga kebersihannya.
Sumber :
dr. Dewi Ema Anindia
Anggota Redaksi Medis
Kedokteran Umum
KlikDokter.com






0 komentar:
Posting Komentar